Contoh Soal Penokohan dalam Cerpen

Contoh Soal Penokohan dalam CerpenPada pelajaran sebelumnya tentunya kalian pernah mendengar istilah cerpen dan bagaimana alur pembentuknya. Tokoh merupakan salah satu unsur terpenting dalam sebuah cerita, sering kali tokoh dan watak dalam sebuah cerpen dijadikan contoh dalam kehidupan nyata oleh para pembaca. Apalagi karakter tokoh utama biasanya menjadi sorotan bagi pembaca. Cerpen merupakan sebuah cerita yang pendek dengan konflik yang singkat dan penggambaran tokoh yang sederhana. Lain halnya dengan novel atau roman yang menyuguhkan berbagai macam karakter tokoh dan beberapa karakter yang kompleks, permasalahan yang dihadapi begitu rumit sehingga perlu adanya penyelesaian secara bertahap. Tanpa adanya tokoh, alur cerita yang sebaik apapun tidak akan pernah berarti apa-apa dan tidak akan sampai pada akhir cerita, konfliknya pun tidak akan terasa sama sekali tanpa pelaku cerita.

Tokoh

Tokoh adalah pelaku dalam sebuah cerita yang menjalani berbagai peristiwa dalam sebuah cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin cerita yang saling berkaitan. Singkatnya, tokoh dapat dikenal sebagai pelaku dalam sebuah karya sastra. 

Berdasarkan dari karakter, tokoh ada dua jenis yaitu:
a. Tokoh utama
Tokoh utama adalah tokoh yang sering muncul dalam cerita hampir sama dengan tokoh sentral tetapi tokoh utama sangat menjiwai setiap alur. Biasanya tokoh utama sering mendapatkan komentar dari pembaca. Tokoh ini adalah tokoh yang paling banyak diceritakan baik sebagai pelaku kejadian maupun objek penderita kejadian.
b. Tokoh pembantu
Tokoh pembantu atau tokoh tambahan adalah tokoh yang mendukung adanya tokoh utama dan biasanya tidak mendapatkan banyak komentar. 
Adapun jika dilihat dari sifatnya. Ada 3 jenis tokoh yaitu:
a. Protagonis
Tokoh Protagonis adalah tokoh yang memperjuangkan kebenaran dan kejujuran biasanya bersikap baik hati dan disukai para pembaca. Akan tetapi tokoh protagonis ini sering sekali mendapat perlawanan dari tokoh antagonis.
b. Antagonis
Antagonis adalah tokoh yang berlawanan dengan tokoh protagonis sehingga selalu terkesan tokoh yang jahat padahal belum tentu, hanya saja tokoh ini memang selalu berbuat tidak jujur dan menyembunyikan kebenaran sehingga menimbulkan konflik.
c. Tritagonis 
Tritagonis adalah tokoh pertengahan yang berada di antara kedua tokoh tersebut dan bisa berubah-ubah wataknya atau tidak mempunyai pendirian. 

Penokohan/Perwatakan

Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan tokoh dalam cerita, dalam penokohan
Penggambaran watak dapat dilihat dari beberapa segi, diantaranya:
1. Penggambaran langsung
Penggambaran tokoh secara langsung adalah penggambaran tokoh secara tersurat dalam cerita karena pengarang langsung menggambarkan tokohnya. Misalnya tokoh tersebut ciri-cirinya seperti apa, apa pekerjaannya dan lain-lain.
2. Penggambaran tidak langsung
Penggambaran tokoh yang dilakukan melalui dialog antar tokoh sehingga tersirat watak dan karakter tokohnya.
1. Melukiskan bentuk fisik secara lahir
2. Melukiskan jalan pikiran pelaku melalui prolog dan epilog
3. Melukiskan karakter pelaku melalui reaksi yang ditimbulkan saat melalui berbagai peristiwa
4. Melukiskan melalui lingkungan pelaku
5. Melukiskan melalui dialog antar tokoh 
Ada beberapa variasi penokohan, yaitu:
1. Teknik ekspositori adalah teknik penggambaran tokoh cerita yang dilakukan dengan memberikan deskripsi, uraian, atau penjelasan secara langsung berdasarkan analisis.
2. Teknik dramatik adalah teknik penggambaran tokoh cerita yang pengarangnya tidak menjelaskan secara langsung sifat, sikap serta tingkah laku tokoh. Sifatnya lebih sesuai dengan sisi kehidupan nyata. 
3. Teknik Percakapan
Teknik cakapan adalah teknik yang dilakukan oleh tokoh-tokoh cerita untuk menggambarkan sifat-sifat tokoh dalam sebuah teks cerita.
4. Teknik Tingkah Laku
Teknik tingkah laku adalah teknik yang berkaitan dengan tindakan yang bersifat nonverbal.
5. Teknik Pikiran dan Perasaan 
Teknik pikiran dan perasaan adalah teknik yang berhubungan dengan pikiran dan perasaan.


Contoh Soal Penokohan dalam Cerpen

Sebentar saja sudah kelihatan seorang gadis remaja naik tangga. Wajahnya yang riang bersinar-sinar di bawah alisnya yang tebal, hitam. Rambutnya yang panjang berjalin dan terjuntai ke belakang sampai ke bawah pinggangnya, tersembul ujungnya yang berikat dengan kain taf di bawah selendang sutera yang menutupi kepalanya. Sebelah ujung selendang yang benwarna merah dan bersulamkan benang sutera biru laut pinggirnya itu, terjuntai di sisinya. Warna selendang itu membayang ke mukanya, sehingga semakin berseri-seri parasnya. Ia berpayung sutera jepun, berbaju kurung daripada kain satin, berkain pekalongan dan berselop beludru yang bersulamkan manik-manik dan benang emas. 
Salah PiIih Karya Nur Sultan Iskandar
Watak tokoh gadis dalam kutipan cerita tersebut adalah….
“....Itu tandanya bahwa kawan-kawanmu menghormatimu. Semua itu karena kau termasuk anak yang pandai di kelas. Biasanya anak-anak cepat mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain. Oleh karena itu, mereka juga cepat melihat siapa saja yang patut disenangi maupun dibenci.”
Watak tokoh dalam penggalan cerita tersebut adalah….
“Meskipun demikian utang itu makin disadari mengalir sampai ke pembuluh darah yang terhalus dan terus berbisik minta diperhitungkan setidaknya secara moral. Kanjat merasa dirinya selalu diburu. Karena sampai kapanpun hutang tetaplah hutang yang harus dibayar”. Itulah yang selalu ada dalam pikiran dan perasaannya selama ini.
Pelukisan watak tokoh dalam penggalan cerita tersebut menggunakan cara pelukisan….
Berikut ini manakah yang bukan bagian dari bentuk variasi penokohan, kecuali ....
Aku tak ingin lagi melihatnya, rasanya kejadian dulu itu masih membekas dalam ingatanku. Aku tak rela ia mengkhianatiku padahal selama ini ia sudah kua nggap seperti sodara kandungku. Aku tak ingin memaafkannya.
Watak tokoh aku dalam penggalan cerita di atas adalah ....
Aldo adalah anak yang memiliki kekurangan karena ia keterbelakangan mental. ia termasuk anak yang autis sehingga ia di sekolahkan di sekolah luar biasa. Ia selalu berteman dengan anak pemulung dan ia ingin sekali membantu teman-teman pemulungnya itu dengan menyumbangkan buku-buku yang ia miliki.
Watak tokoh Aldo adalah ....
Selesai acara di sana Hasmanan bertanya pada istrinya. “Kita akan mampir ke Magelang apa tidak?”
Wanti tidak segera menjawab. 
“Sudahlah. Sekali-kali tengoklah ayahmu. Soal ada perempuan di rumah itu jangan terlalu kamu hiraukan. Kalau dia memang pacar bapak, biarkan saja. Apa salah bapak mempersiapkan diri untuk menikah lagi?’
“Menikah lagi setelah bertahun-tahun membuat ibu menderita?”
“Mungkin bapak gagal membahagiakan ibu, tetapi jangan pernah menuduh bapak sengaja membuat ibu menderita. Bapak cuma tidak pintar mencari uang.”
Jakarta Sunyi Sekali di Malam Hari– Jujur Prananto
Karakter atau watak ayah Wanti dalam penggalan cerpen tersebut digambarkan .....
Cermati penggalan cerpen berikut!

“Salahkah menurut pendapatmu, kalau kami menyembah Tuhan di dunia?” tanya Haji Saleh.
“Tidak. Kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri, sehingga mereka itu kucar-kacir selamanya. Inilah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egois. Padahal engkau di dunia ini berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tak mempedulikan mereka sedikit pun.”

(Robohnya Surau Kami - A.A. Navis)
Haji Saleh dalam penggalan cerita tersebut digambarkan sebagai orang yang ….
Kini matahari di ufuk barat hampir terbenam. Tapi kesibukan kota yang ada di bawah sana terus berputar, seolah tak kenal henti. Hari sebentar lagi malam, dan pengembara itu akan kembali melewati hari-harinya yang asing, sendiri dan sepi.
Sepi? Ah, apa artinya sepi baginya yang setiap hari hidup mengembara dengan membawa jiwanya yang asing? Bukankah rasa sepi sudah menjadi sahabat karibnya? Bukankah rasa sepi yang justru mendorongnya untuk terus jadi pengembara? 
Ya, mengembara untuk mengobati hasrat jiwanya yang ingin merambah jagad raya, bahkan memasuki alam metafisis yang kadang tak terlihat oleh matanya yang telanjang. Di alam kesemestaan yang maha luas ini ia tak menemukan apa-apa kecuali kebebasan, kemerdekaan, keheningan, kekosongan, dan kesepian yang tak ada ujung pangkalnya.
Mencari Buah Kuldi – Bambang Joko Susilo
Tokoh utama yang digambarkan sebagai orang yang sedang kesepian dalam penggalan cerpen tersebut terdapat pada kalimat ...
1)”Kalau para pembicara yang penuh semangat tadi masing-masing mewakili suatu organisasi, saya di sini tidak mewakili siapa pun, kecuali berbicara atas nama diri pribadi. 2)Maklumlah, saya tidak menjadi anggota partai. 3)Tidak menjadi anggota organisasi kebudayaan partai. 4)Saya hanya anggota organisasi koperasi pensiunan pegawai negeri....”
5)Komponis tua itu batuk-batuk. 6)Para hadirin ketawa singkat. Suasana agak segar sedikit. 7)Tapi kesegaran yang sidikit itu pun segera melenyap ketika komponis tua itu sampai pada ucapan, ”Saya tidak setuju dengan pendapat para pemrasaran bahwa politik adalah panglima kesenian.”
8)Para hadirin yang sebagian sudah lesu dan sedikit ngantuk, sama menegakkan kepala. 
Komponis Tua – B. Sularto
Kalimat yang telah menggambarkan sikap pendirian tokoh komponis terdapat pada kalimat ....

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel